• 27

    Jun

    Memahami Konflik Timur Tengah Melalui Lebanon

    Memahami Konflik Timur Tengah Melalui Lebanon Mukadimah Wilayah Timur Tengah telah menjadi ajang konflik selama bertahun-tahun. Konflik yang penuh darah semakin marak seiring runtuhnya Kekhalifahan Turki Utsmani. Beragam elemen masalah telah membuat konflik-konflik tersebut seolah tidak akan pernah padam; mulai dari keberadaan Negara Israel, gesekan Sunni Syiah, dan campur tangan negara-negara Barat (Amerika dan sekutunya). Lebanon merupakan negara kecil yang lahir sebagai akibat kekalahan Turki Utsmani dalam Perang Dunia I. Negara tersebut khas dengan masyarakat sektariannya. Lebanon pun memiliki posisi strategis terkait letaknya yang berada di simpang pengaruh Syiah dan Israel. Dari Negara ini pulalah, berbagai dimensi konflik Timur Tengah dapat dipahami. Ketika Wala diberikan pada
  • 5

    Nov

    Otokritik Kebangkitan Ekonomi Islam

    Runtuhnya Kekhalifahan Turki Utsmani pada tahun 1924 menjadi penanda titik balik perjalanan sejarah umat Islam. Seruan Kebangkitan Islam kerap digulirkan tidak semata karena dalil nubuwah tetapi juga disebabkan geliat aktivisme di internal umat Islam. Puluhan tahun berlalu, gema Kebangkitan Islam semakin lantang menembus kesadaran kolektif umat Islam, namun hal tersebut tetap belum mampu menggeser umat Islam dari posisi hidangan yang diperebutkan oleh umat lainnya. Tapak-tapak panjang perjuangan Kebangkitan Islam seolah tidak bergerak menanjak melainkan hanya sedikit naik lantas berhenti pada satu titik dan kemudian berputar-putar pada titik tersebut. Dalam ranah sosial politik, stagnansi Kebangkitan Islam jelas terlihat pada berbagai Gerakan Islam. Beberapa Gerakan Islam terkurung dalam
  • 22

    Sep

    Terima Kasih Pastur Terry Jones

    Tentunya kita semua masih ingat dengan tindakan seorang pastur dari Amerika Serikat yang telah dengan sengaja mencoba membakar Al-Qur’an. Banyak pihak mengutuk tindakan tersebut. Pemerintah Amerika, pemimpin-pemimpin dunia, dan tentu saja kita umat islam. Tentu saja kita marah dan kesal dengan tindakan tersebut. Sebuah tindakan yang hanya memancing emosi umat islam. Tapi dibalik semua itu, ternyata ada efek domino juga dari tindakan pastur tersebut. Sebuah efek domino yang membuat kita, umat islam, sedikit banyaknya layak berterima kasih pada pastur tersebut. Dr. Sabeel Ahmed dari GainPeace Project, membuat tulisan yang isinya adalah ucapan terima kasih ironi buat pastur Terry Jones atas efek domino yang berhasil dimunculkannya. Berikut kami sadurkan terjemahannya:Terima kasih pastur
  • 22

    May

    Menyikapi Everybody Draw Muhammad Day

    Belakangan ini ramai sekali isu tentang sebuah event yang berjudul “Everybody Draw Muhammad’s Day” yang dijatuhkan pada tanggal 20 Mei. Momen ini kontan saja langsung membuat banyak umat islam yang emosi dan bereaksi sesuai dengan emosinya itu. Sayangnya banyak dari kita umat islam yang bereaksi secara salah. Hal ini disebabkan banyak dari kita yang tidak tahu persis akar permasalahannya kemudian langsung mengambil sikap. So, disini saya ingin mencoba menjabarkan dulu akar permaslahannya sejelas dan seringkas mungkin. Lalu akan saya kritik beberapa pihak dalam konflik ini. Baru kemudian saya jabarkan solusi yang baiknya. Bukan solusi emosional. Cekidot ya. Baca lanjutannya di kamal87.wordpress.com - Menyikapi Everybody Draw Muhammad Day
  • 14

    Aug

    Sejarah Islam dan Masa Keemasan Nusantara

    Masuknya Islam ke Indonesia telah membawa babak baru sejarah Indonesia. Berbagai kota dagang bermunculan, terbentuk pula jaringan ekonomi dan intelektual berskala internasional. Tidak saja antar daerah-daerah di kepulauan Nusantara, melainkan sampai ke pusat-pusat keilmuan Islam di Timur Tengah. Islam pun memberi paduan baru bagi seni dan budaya Indonesia. A. Pertumbuhan dan Perkembangan Islam 1. Zaman Jahiliyah Arab sebelum Islam sering disebut Masa Jahiliyah (masa kebodohan). Hal itu disebabkan bangsa Arab sangat terbelakang dibanding peradaban sekitarnya. Bangsa Arab percaya pada berbagai takhayul, suka berjudi, minum-minuman keras, melakukan hubungan seksual secara bebas, saling membunuh dan merampok antar suku, bahkan mengubur anak perempuan hidup-hidup karena dianggap tidak bermanf
  • 29

    Jun

    Islam dan Perbudakan

    Pendahuluan Perbudakan adalah keadaan di mana orang menguasai atau memiliki orang lain. Sebagian ahli sejarah mengatakan perbudakan mulai timbul sesudah pengembangan pertanian, sekitar sepuluh-ribu tahun yang lalu. Awalnya, para budak terdiri dari penjahat atau orang-orang yang tidak bisa membayar hutang. Ketika terjadi peperangan, kaum yang kalah juga diperlakukan sebagai budak oleh kaum yang menang. Menurut ahli sejarah, perbudakan pertama-tama diketahui terjadi di masyarakat Mesopotamia (Sumeria, Babilonia, Asiria, Chaldea). Perekonomian kota yang pertama berkembang di sana, dilandaskan pada teknologi pertanian yang berkiblat pada kuil-kuil, imam, lumbung, dan para juru tulis. Surplus sosial menyebabkan terjadinya lembaga ekonomi berdasar peperangan dan perbudakan. Administrasi untuk s
  • 29

    Jun

    Quo Vadis Feminisme

    Feminisme di Kebudayaan Barat Pada 1970, sebuah acara mewah di Royal Albert Hall, London, tiba-tiba berubah menjadi huru-hara. Sang pembawa acara, Bob Hope, disemproti tinta, dilempari bom tepung, tomat, dan telur busuk. Hadirin panik, dewan juri melarikan diri keluar, kontestan menangis, sementara gerombolan demonstran mengamuk sambil meneriakkan yel-yel: Were not beautiful, were not ugly. We are angry! Protes keras untuk kontes Miss World Beauty itu dilakukan oleh sejumlah aktivis wanita yang tergabung dalam Women Liberation Movement. Bagi mereka, perhelatan itu tak ada bedanya dengan pasar hewan. Gerakan feminis di Barat merupakan respon terhadap kondisi kehidupan masyarakat Barat. Penyebab utamanya adalah pandangan sebelah-mata terhadap perempuan (misogyny) serta aneka citra negatif y
  • 29

    Jun

    Interest Groups and Pluralist Model of America Democracy

    Para pemikir politik Amerika sejak lama mencari rumusan yang tepat dalam mengevaluasi perbenturan nilai dan konflik-konflik politik. Jika ada lebih dari satu pendapat atau kepentingan yang berbeda, mana yang seharusnya menang atau dimenangkan? Jawabannya: yang lebih banyak memiliki pendukung, mayoritas harus diutamakan. Inilah model demokrasi mayoritas (majoritarian model of democracy). Menurut model demokrasi mayoritas, setiap individu punya hak dan kesempatan yang sama. Akan tetapi jika aspirasi dan kepentingan individu-individu itu berbeda atau bahkan saling bertentangan, maka aspirasi atau kepentingan yang mewakili jumlah individu yang paling banyaklah yang harus diutamakan. Model ini mengartikan demokrasi sebagai pemerintahan oleh banyak orang, atau secara lebih spesifik: pemerintaha
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post